Hanamasa: Kebodohan Makan di All U Can Eat


ini bukan cuma hiasan

Waktu jadi mahasiswa selalu ngarep pingin masuk tapi kok yang masuk orang-orang yang YES. Dulu sampe kepikiran dengan grup Silitonga untuk iuran Rp 10.000 tiap bulan jadi pas pada bulan kesepuluh bisa makan disini, tapi rencana tersebut kandas juga sampai lulus kuliah. Sampai akhirnya, grup Silitonga berkumpul lagi dan reunian di Jakarta jadi diputuskanlah makan di Hanamasa. Benar kata peribahasa: bersabarlah, semua akan indah pada waktunya. Ini semua juga sabar, tapi kesabaran harus terbayar saat tahun keempat. Hahaha

Pertama kali masuk, kita seperti orang blo’on, cara makannya gimana ya? Hahaha. Karena terdiri dari 7 orang, maka kita split meja. Aan dan pacarnya (sekarang istrinya),  Javid, dan Lukman di meja 1. Saya di meja 2 bersama Catur dan Dwiki. Kita pun berbagi tugas. Saya ngambil yang daging-dagingan, Catur ngambil seafood, sedangkan Dwiki ngambil sayur. Untuk membuat shabu-shabu, semua sayur dimasukkan sampe hot pot penuh, eh yang bahan seafood-nya belum ada yang dimasukkan karena ga ada ruang lagi jadi terpaksa makan sayurnya dulu. Rupanya jamur yang diambil Catur masih banyak begitu juga daun kangkung yang diambil Dwiki. Kita ngambil bahan-bahannya kebanyakan. Setelah ada ruang, barulah semua seafood masuk. telat sih… wkwkwk.

Si Pembawa Jamur dan Si Pembawa Kangkung

Shabu-Shabu yang overload isi

Sekarang giliran bikin yakiniku. Daging-dagingan di panggang sampai matang atau setengah matang. Tapi pas dimakan kok ga ada rasanya. Saya teringat Anime Crayon Shinchan, kalau masak yakiniku selalu rebutan dengan mama Nana tentang bawang bombay. Ya udah daging yang dipanggang, kita tutupi bawang bombay tapi rasanya sama saja. Akhirnya hidayah dari Tuhan datang. Apa gunanya disediain saus tapi gak kepake? Kita celupkan daging ke saus berwijen (saus Niku Tare) lalu dipanggang. Setelah matang, masukkan ke saus tanpa wijen (saus Soto Tare). Lah ini dagingnya baru enak. Hahaha. Untuk minumnya disediain macam-macam seperti teh susu, susu coklat, jus jeruk, dan lain-lain, yang tentunya bisa direfill sesukanya. Desert-nya ada puding dan buah-buahan yang tentunya juga ngambil sesukanya. Pulang-pulang, kita kekenyangan bahkan beberapa sayur dan seafood masih lumayan banyak di hot pot (mubazir :( ). Kalau ke Hanamasa, makanlah secara bijak bukan makan secara rakus.

Daging (lebih tepatnya Bawang Bombay) Yakiniku

Yakiniku yang benar

Penilaian (6.6/10)

Rasa           : 8/10

Tampilan      : 6/10

Harga          : 5/10

Pelayanan   : 7/10

Atmosphere : 7/10

About these ads

6 thoughts on “Hanamasa: Kebodohan Makan di All U Can Eat

    • @catur : grrrr…. *ambil clurit hahaha
      @nami : rugi dulu ga bawa tupperware. wkwkwk
      @andre : pake cara mahasiswa aja, menabung tiap bulan. tapi kalau menabung buat dibela2in kesini ga worth dah. hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s