Toilet di Vietnam


Dengan terpaksa saya menuliskan post tersendiri untuk hal ini. Mungkin karena ini negara di luar negeri pertama saya, jadi kelihatan banget shock culture-nya. Sebenarnya saya sudah pernah membaca di beberapa blog ataupun forum travelling mengenai masalah toilet di vietnam kebanyakan tentang tidak tersedianya air.

Pertama kali menggunakan toilet di vietnam adalah di sebuah toko penjualan tiket bus HCMC-Dalat di Jalan Pham Ngu Lao. Saat menggunakannya,  air keluar dari kran mengalir dengan lancar, bahkan jernih dan tidak berbau kaporit seperti kebanyakan air di kota-kota besar di Indonesia.  Kesempatan kedua saat menggunakannya di gedung terminal bus Dalat. Karena sudah kebiasaan “ritual” di pagi hari, saya bergegas menuju toilet cowok. Toiletnya bersih dan lantainya kering. Saya mengecek wastafelnya dan airnya mengalir lancar jaya dan saya pun segera menggunakan toilet duduknya. Setelah saya selesai menggelar ritual, saya baru sadar kalau toiletnya ga ada flushnya, penyiram buat air dan tissue pun juga ga ada. Dengan susah payah, saya mengambil air mineral botolan pemberian dari pihak bus di saku ransel saya yang untungnya saya letakkan di lantai,  untuk membersihkan diri terlebih dahulu. Kemudian baru bolak-balik merefill botol dari wastafel untuk membersihkan “hasil ritual”. Karena peristiwa itu, saya sebisa mungkin tidak menggunakan toilet kecuali saat berada di hotel. Namun saat saya mencoba menggunakan toilet di Blue Water Restaurant (Nhà Hàng Thanh Thủy), salah satu resto terkemuka di Dalat, toiletnya cukup unik karena unisex dan tempat sabun ditaruh di botol wine dengan wangi seperti aromaterapik, serta tak lupa airnya lancar tapi sedingin es. Brrr….

Kejadian konyol berikutnya terjadi saat perjalanan menggunakan bus dari Dalat ke Muine. Bus yang saya naiki tiba-tiba berhenti di kawasan hutan eucaliptus (pohon kayu putih). Beberapa penumpang turun dan menghilang di balik semak belukar. Karena lumayan lama menunggu, saya jadi ikutan turun. Saya baru tahu rupanya mereka mencari tempat yang pewe buat buang air kecil. Padahal kebanyakan yang turun adalah warga lokal dengan menggunakan gaun berlapis ala perempuan di telenovela lengkap dengan topi lebarnya. Saya pun tak menyia-nyiakan kesempatan ini, kapan lagi bisa pipis di hutan eucaliptus di vietnam. Hahaha

Penggunaan toilet berikutnya saat berada di Vincom Center, salah satu mal di HCMC. Kalau kebanyakan mal di Indonesia menempatkan toilet di pojok dan tiap lantai, berbeda dengan disini yang menempatkan toilet di pinggir tengah dan tak semua lantai ada toiletnya. Untungnya setiap di ujung eskalator, pihak mal menyediakan leaflet denah mall yang dapat diambil gratis.

Permasalahan toilet yang tidak ada air malah tidak saya temui di Vietnam. Namun teman saya katanya menemukan tidak ada air di toilet cewek di terminal bus Dalat dan bandara internasional Tan Son Nhat. sekarang pilih mana, toilet becek tapi ada airnya di Indonesia atau toilet kering tapi ga ada air di vietnam?😀

One thought on “Toilet di Vietnam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s