Backpacking to Vietnam : Da Lat (part 2)


Saat hujan berubah menjadi gerimis, kita segera capcus menuju Da Lat untuk menuju Flower Park. Kita sempat nyasar dan tidak direkomendasikan oleh bapak-bapak yang kita tanyai soalnya terlalu jauh (8 km katanya its too far >,<). Kita tanya lagi jalan ke rombongan ABG jalan menuju ke Flower Park dan mereka menerangkan dengan jelas melalui maps di iPhone mereka (saya terlalu meng-underestimate penduduk lokal, sorry…). Da Lat Flower Park terletak di utara danau Xuan Huong yang menjadi pusat kota Da Lat dengan luas 7000 m2. Konsepnya hampir sama dengan Taman Bunga Nusantara dengan sekumpulan tanaman yang dibentuk menjadi patung ataupun membentuk suatu bidang geometri yang artistik. Sebelum balik ke hotel, kita nyoba makanan khas di sana yang ga tau namanya di parkiran. Bentuknya kayak wedang ronde tapi ada kembang tahunya. Enak rupanya…

teko dan bendera vietnam

bunga ungu unyu :3

kereta kencana rupanya juga ada disana. hahaha

pagar berbentuk naga

Balik ke hotel, langsung sholat jamak dhuhur-ashar, mandi, dan leha-leha nunggu waktu maghrib. Untuk waktu sholat, kita menyesuaikan dengan waktu jakarta karena kita mengasumsikan Da Lat dan Jakarta terletak pada bujur yang berdekatan. Hahaha… oh ya, masalah hotel tempat kita menginap ini cukup nyaman dengan selimut yang super tebal, cocok buat hawa dingin di kota ini. Kamar mandinya pun sudah ada bath up dan amenities yang dikasih pihak hotel lengkap.

Setelah berpakaian rapi, saatnya mencari… ups membeli makan malam. Mumpung di Da Lat yang terkenal dengan french resort-nya, maka kita memilih makan di restaurant  yang kelihatan high end class. Nama resto-nya Thanh Thuy Blue Water Restaurant, letaknya strategis karena berada di tepi danau Xuan Huong. Bangunannya dicat serba ungu dan dari outdoor place-nya bisa melihat view kota Da Lat dengan background Little Eiffel (sayang, lampu Little Eiffle-nya ga nyala L ). Saya kira yang dijual disini makanan perancis, rupanya kebanyakan makanan chinese dan vietnamese. Saya memesan seafood steam rice with vegetables dan kedua teman saya memesan fried rice, maklum selama di Vietnam masih belum mengisi perut pake nasi. Untuk minumnya, saya memesan teh dengan sari buah lokal. Kejadian lucunya adalah saat kita memesan ke waitress, salah seorang teman saya bertanya tentang menu yang akan dipilihnya, si waitress memanggil temannya. Setelah dijelaskan dengan english yang terbata-bata, saya gantian tanya, lalu dipanggilkan seorang lagi. Kemudian saya bertanya tentang buah yang ada di teh yang dihidangkan, dipanggilkan waitress lagi. Jadi total ada 4 orang waitresses yang melayani kita bertiga. Benar-benar pelayanan prima. Overall, makanan yang dihidangkan enak bagi kita yang kelaparan, kedinginan, dan jauh dari kampung halaman.

menikmati dinner mahal. wkwkwk

teh poci

Setelah kenyang, kita membelokkan motor ke suatu tempat yang ramai yang rupanya pasar Da Lat/Cho Da Lat. Disini berjejer stand penjualan garmen, yang khas disini tentunya pakaian untuk tempat dingin seperti sweater, cardigan, dan syal, juga terdapat stand makanan di ujung pasar. Disinilah bargaining skill dikeluarkan. Serasa nonton National Geographic Channel edisi barter manusia purba dengan aktor diri sendiri; mereka ga ngerti bahasa inggris, kita ga ngerti bahasa vietnam. Jadi kita tawar menawar pake tangan. Hahaha. Tapi awas ketipu, soalnya teman saya menawar pasmina dikira VND 70.000 dapat 2 rupanya dapat satu aja dan terlanjur deal. Setelah kejadian itu, kita menawarnya dengan cara mengetikkan angka d henpon dan diperlihatkan ke penjual. Setelah puas belanja, kita kembali ke hotel buat beristirahat.

Rincian biaya hari kedua:

Transport bus terminal-hotel : free

Hotel : USD 15 untuk 3 orang

Motor : VND 252.000 untuk 2 motor matic

Bensin : VND 90.000 untuk 2 motor matic

Tiket Pongour Waterfall : VND 10.000

Tiket Prenn Falls : VND 20.000

Minum Sari Tebu : VND 15.000 untuk 3 orang

Cable Car di Prenn Falls : VND 45.000 untuk 1 gerbong

Lunch mie dan jas hujan : VND 75.000 untuk 3 orang

Tiket Flower Garden : VND 20.000

Parkir : VND 4.000 untuk 2 motor

Camilan Tofu : VND 15.000 untuk 3 orang

Dinner : VND 140.000

1  2  3

3 thoughts on “Backpacking to Vietnam : Da Lat (part 2)

  1. Trims infonya amat membantu terutama rinciannya. Tapi ada yang kurang nie bwt saya yang punya ketertarikan dgn dalat karena nilai sejarahnya. Tmpt pertemuan marsekal terauchi dgn bung karno bung Hatta n radjiman ga diulang. Mohon infonya utk k tmpt itu? Salam🙂

    • saya sendiri juga tidak mengerti mas tempatnya dimana. soalnya kalau di referensi sejarah tidak dijelaskan secara rinci gedung pertemuannya ada dimana.

      maaf ya ga bisa ngasih jawaban yang memuaskan🙂

      • gpp mas, saya dah baca referensi lg. tryt tmpt pertmuan tersebut skrg manjadi museum lam dong.
        sempat mampir kah?
        bln dpn saya k sana.
        trims lho ulasannya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s