Icip-Icip ke resto-nya Pak Bondan, Kopitiam Oey


Saat saya googling mengenai masakan khas Indonesia, sebuah tautan menginformasikan tentang Sego Ireng. Saya penasaran dong. Saya ganti keywordnya dengan “sego ireng” dan hasilnya adalah artikel tentang sego ireng dari Kopitiam Oey. Yang menarik dari Kopitiam Oey adalah kedai kopi ini didirikan oleh Bondan Winarno, pakar kuliner yang menginspirasi saya untuk mencoba seluruh makanan dari penjuru nusantara, sejak Maret 2009. Dan yang lebih menarik lagi, sego ireng ini resepnya orisinal dari pak Bondan yang membuat saya semangat 45 untuk mencobanya. Apalagi banyak artikel yang merekomendasikan masakan ini.

Sampul buku menu

Kopitiam Oey terdekat dari tempat saya, ya harus ke Surabaya. Tempatnya nyempil di ruko-ruko di jalan Embong Malang. Kalau memakai transportasi publik menuju kesini bisa naik bus kota damri dan turun di hotel JW Marriot Hotel, kemudian carilah 10 titik perbedaan. Just kidding ya. Cari kedai kopi Kopitiam Oey di ruko seberang hotel. Kopitiam Oey Surabaya ini gabung dengan Soto Pak Sadi cabang Embong Malang. Saat masuk, kondisinya remang-remang dan sepi. Kami memilih tempat di meja marmer dengan kursi antiknya. Seorang pelayan yang tadinya berkumpul dengan beberapa pelayan lain di tempat kasir mendatangi kami dan acara ngrumpi pun bubar. Waduh, ga enak nih mengganggu acara ngrumpi orang lain dengan topik yang mungkin jadi hot thread di sini seperti kucing ruko tetangga yang bunting tanpa kejelasan siapa yang menghamili dan perlunya tes DNA untuk anak yang berada pada rahim kucing ruko tetangga yang malang itu. Oke, back to the topic. Saya mencari tulisan Sego Ireng di daftar menu dan berhasil menemukannya di kategori menu santapan pagi dengan nama Nasi Hitam. Saya tanyakan ke pelayannya apakah bisa memesan menu itu, karena kami datang pada saat jam makan siang dan pelayannya bilang masih ada. Oh… thank God. Untuk minumnya, saya memilih es teh nyonya blablabla (tau ah, lupa) yang kata pelayan sama dengan lemon tea ice. Teman saya memesan mie kepiting dan teh hangat.

artikel dengan toelisan dan edjaan jadoel

Beberapa saat menunggu, minuman datang duluan. Es lemon tea sangat cocok diminum dengan kondisi cuaca Suarabaya yang super panas. Ukuran gelasnya juga besar dan rasa lemonnya kerasa. Maklumlah harganya aja 15k. Kemudian main course-nya datang. Saya kecewa penampilan tidak sama dengan yang dipajang di dinding dan porsinya juga tidak sebesar yang saya bayangkan. Harganya 18k ini! Nasi hitamnya disajikan dalam bungkusan pisang dengan topping daging ayam suwir dan bawang goreng. Saat saya memakan nasinya, teksturnya kering. Mungkin karena ini menu breakfast tapi saya pesan buat lunch. Warna hitamnya berasal dari kluwek yang biasanya dipakai untuk rawon. Rasa nasinya plain, seperti halnya nasi putih biasa namun kering. Oh iya ada pelengkapnya berupa sambal yang sangat pedas. Pedasnya ini mungkin yang menjadikannya mahal. Wkwkwk. Kalau menu teman saya, kata dia rasanya biasa aja. Hmm, komentar dia mulai pagi tentang makanan yang dia pilih selalu biasa. Saya tidak berani mencicipi, takut ekspektasi saya terhadap masakan disini semakin berkurang.

lemon tea dan teh anget

Sego Ireng aka Nasi Hitam

Mie Kepiting

Meskipun bangunan yang dipakai adalah bangunan tua, tapi saya suka konsep yang dipakai disini. Tempat yang tidak begitu luas, penulisan ejaan jadoel di buku menu, dan barang-barang antik yang dipajang. Yang unik lagi adalah lampu yang ditaruh didalam kurungan burung. Adanya musholla di lantai 2 juga merupakan nilai plus meskipun tanpa AC dan itu hanyalah ruangan staf dengan hamparan karpet dan beberapa sajadah. Kopitiam Oey sebenarnya emang ditujukan untuk menjadi kedai kopi murah sesuai dengan tagline-nya Koffie Mantep Harganja Djoedjoer dan saya malah tidak memesan kopi yang jadi andalannya. Mungkin itulah yang jadi alasan rasa makanannya jadi kurang diperhatikan meskipun beragam atau mungkin ekspektasi saya yang terlalu tinggi. Dari semua artikel yang saya tulis, mungkin artikel ini yang penggunaan kata “mungkin” paling banyak. Dan mungkin bila artikel ini dibaca dosen Bahasa Indonesia waktu kuliah, saya mungkin mendapat nilai D. Bagi saya, kata mungkin adalah kata terbaik terhadap segala kemungkinan yang ada. Mungkin… (sambil diiringi lagu Melly Goeslow berjudul Mungkin).

modern meets traditional

Info

Alamat : Jalan Embong Malang 78, Surabaya

Telepon: 031-5354123

Penilaian (7.0/10)

Rasa       : 6/10

Tampilan   : 6/10

Harga      : 6/10

Pelayanan : 8/10

Atmosphere : 9/10

17 thoughts on “Icip-Icip ke resto-nya Pak Bondan, Kopitiam Oey

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s