Padi Resto Galeri: Harga Sebanding dengan Kuantitas


Gara-gara ketiduran, sampe lupa belum membelikan macaron pesanan orang kantor. Saya segera menuju The Harvest Cake cabang Malang tapi gak tahu jalannya. Kata teman kos saya, Jalan Pahlawan Trip itu di sekitaran Jalan Ijen. Tapi Jalan Ijen ini bercabang banyak. Saya susuri cabang-cabang itu satu persatu. Kalau sudah kejauhan, balik lagi sampai akhirnya ketemu jalan ini yang patokannya ada di seberang Gereja Ijen. Saya masih berharap semoga The Harvest belum tutup soalnya waktu sudah menunjukkan lebih dari jam 9 malam. Setelah selesai memilih kue, waktu sudah menunjukkan jam 10 malam dan saya masih belum makan malam. Pertama saya mencoba ke The Leaf tapi rupanya sudah tutup. Lalu saya mencoba ke Padi Resto. Dari depan sudah kelihatan mahal. Mau balik ke kendaraan yang terparkir di The Harvest, hujan tiba-tiba turun dengan deras. Terpaksa deh masuk sini.

Pramusaji mengucapkan salam terhadap saya. Kalau saya lihat-lihat, penampilannya persis dengan pramugari lion air😀. Saya duduk di meja dekat pintu masuk. Saya memperhatikan beberapa pengunjung yang ada. 2 meja dari meja terdapat om-om bersama dengan perempuan yang jauh lebih muda. Selisih satu meja dari situ, ada pasangan berumur sekitar 30-an yang sepertinya “just married”, tangan si cowok menggenggam tangan si cewek terus. Dan yang paling pojok, terdapat 4 orang tante-tante sosialita yang masing-masing memegang gadget di setiap tangannya. Dan herannya semua yang kesini itu berdandan dan stylish! Sedangkan saya hanya memakai T-shirt, celana bermuda, dan loafer kulit plus belum mandi pula.

Saya memesan nasi goreng padi resto (biasanya kan kalo ada embel-embel nama resto-nya berarti itu masterpiece-nya) dan ranu gumbolo yang kata pramusajinya adalah wedang jahe. Setelah seperempat jam, pesanan saya datang. Ranu gumbolo porsinya besar tapi rasanya bagi saya aneh. Campuran jahe, brown sugar dan lemongrass kurang cocok dengan lidah saya dan malah bikin mual. Dan nasi gorengnya ukurannya juga super besar. Saya saja hanya habis separuh. Rasa nasi gorengnya biasa, ga ada kesan uniknya. Untungnya tertolong dengan sate ayamnya yang hanya 2 tusuk. Memang sih katanya yang terkenal disini adalah steak-nya tapi harganya itu lho, ga kuat😦 . Untuk yang punya dana lebih dan ingin makan dengan tema nostalgia disini emang cocok.

IMG_20130625_212343

Ranu Gumbolo, hanya minum 3 sendok saja

IMG_20130625_212836

Nasi Goreng Padi Resto yang hampa garnishing

Info

Alamat : Jalan Pahlawan Trip 19 Malang

Telepon : (0341) 551488

Penilaian (6.2/10)

Rasa            : 4/10

Tampilan        : 6/10

Harga           : 4/10

Pelayanan       : 8/10

Atmosphere      : 9/10

15 thoughts on “Padi Resto Galeri: Harga Sebanding dengan Kuantitas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s