Pacitan: Hidden Emerald in Java (part 2)


3. Goa Gong

DSC_0657 copy

Goa Gong

Destinasi ketiga ini adalah salah satu destinasi wajib saat berkunjung ke Pacitan. Rumornya ini adalah goa terindah di Asia Tenggara (namun saya tidak menemukan sumber otentik tentang hal ini). Goa ini terletak di Dusun Pule, Desa Bomo, Kecamatan Punung. Setelah membayar tiket, kami langsung berjalan menuju goa. Tidak seperti Goa Tabuhan yang masih alami, disini sangat komersil. Pintu masuk goa saja sudah buatan dan saat masuk terlihat banyak sekali lampu. Meskipun blower dipasang di beberapa tempat, pengapnya tempat ini sangat terasa karena banyaknya pengunjung. Mau foto-foto stalaktit dan stalakmit-nya aja harus cepat-cepat soalnya jalannya hanya satu arah. Dari 4 goa yang pernah saya kunjungi (Goa Maharani, Goa Akbar, Goa Tabuhan dan Goa Gong), ini menurut saya yang paling indah. Mungkin kalo superman ke goa ini dikira Fortress of Solitude versi tanah. Hahaha. Namun sayang sekali goa secantik ini kealamiannya sudah berkurang. Mungkin perlu seperti Goa Tabuhan yang akan masuk perlu bawa senter karena banyak sumber di internet yang mengatakan bahwa stalaktit dan stalakmit-nya masih “hidup” dan akan terus bertambah setiap tahun.

DSC_0637 copy

Stalaktit dan Stalakmit

DSC_0641 copy

Antrian Panjang di Dalam Goa

Tiket Masuk Goa Gong : Rp 6000/orang

 

4. Pantai Klayar

DSC_0833 copy

Icon Pantai Klayar

Inilah tujuan utama saya mengunjungi Pacitan. Melihat gambar pantainya di blog atau forum jalan-jalan sudah ngiler duluan. Pantai yang terletak di Kecamatan Donorejo ini sebenarnya di itinerary yang saya buat akan dikunjungi pada sore hari. Tapi berhubung kunjungan ke dua goa sebelumnya singkat, jadinya terpaksa dimajukan. Jam 11 siang sampai di tempat ini, pengunjung masih cukup banyak.  Kami pertama menuju bukit di sebelah barat untuk melihat pantai ini dari atas. Pemandangannya bener-bener keren. Pengen banget salto dari tebing sambil bilang WOW (tapi ingat nyawa, dude). Sebenarnya kalo jalan sampai ke bukit paling barat ada karang bolongnya, tapi terik matahari yang bikin malas jalan. Akhirnya kami balik lagi dan bermain di bawah tebing yang banyak bebatuannya. Di bagian tengah pantai banyak orang yang bermain pasir (kami skip juga main pasirnya karena panas). Kami langsung menuju landmark pantai ini, yaitu deretan batu karang yang menjulang dan menjorok ke laut dan di baliknya terdapat seruling laut. Saya kira seruling laut itu batunya bisa mengeluarkan bunyi seperti seruling, rupanya air yang menyembur dari bawah kalau ada ombak. Mirip-mirip air mancur lah. Dengan fenomena seruling laut dan pemandangannya yang so amazing, saya sangat merekomendasikan pantai ini untuk siapapun yang berkunjung ke Pacitan.

DSC_0663 copy

Naik-naik ke Puncak Gunung

klayar

Samudra Hindia dan Vandalisme

DSC_0710 copy

Pantai Klayar dari atas Bukit

DSC_0715 copy

Tempat Favorit buat Memancing

DSC_0787

Seruling Laut

Tiket Masuk Pantai Klayar : Rp 3000/orang +mobil Rp 2000

Tiket Masuk Area Seruling Laut : sukarela, tapi kami bayar Rp 10000

DSC_0826 copy

Pantai Klayar Sisi Timur

5. Pantai Watu Karung

DSC_0862 copy

Pantai Watu Karung

Destinasi kelima kami adalah Pantai Watu Karung yang terletak di Desa Watu Karung, Kecamatan Pringkuku. Pantainya menurut saya sih standard pantai-pantai di selatan jawa dengan pulau-pulau kecil di lepas pantai. Ombaknya besar dan cocok untuk surfing, sayangnya siang itu ga ada yang surfing. Pengunjung yang kesini pun sangat sedikit. Kata si driver, tebing-tebing di sekitaran pantai ini kebanyakan sudah beralih kepemilikan ke warga Australia dan Belanda. Pantesan di pantai ini terlihat beberapa bule yang nyasar.

Tiket Masuk Pantai Watu Karung : Rp 3000/orang

 

6. Pantai Srau

DSC_0972 c

Sunset di Pantai Srau

Destinasi terakhir kami adalah Pantai Srau yang terletak di Desa Candi, Kecamatan Pringkuku. Pantai ini cukup luas dan terdapat bumi perkemahan di dekat pantai. Dan sore itu, kami ikut menyaksikan para penduduk yang memancing ikan di tebing. Yang bikin takjub adalah mata kailnya ga sampai menyentuh air laut, jadi dibiarkan menggantung di tebing. Saat ombak datang, ikannya sudah kena sendiri. Mantapp. Di pantai ini juga, kami menikmati detik-detik tenggelamnya matahari yang sayangnya saat itu tertutup awan. Pantai ini juga layak dikunjungi selain Pantai Klayar.

DSC_907 c

Mancing-mania

DSC_0933 c

Karang Bolong di Pantai Srau

Tiket Masuk Pantai Srau : Rp 3000/orang+mobil Rp 2000

DSC_0931

i..i..ini pa..pantai

1 2 3

19 thoughts on “Pacitan: Hidden Emerald in Java (part 2)

  1. Asmie ini orang Jawa Timur tapi belum pernah eksplore tempat2 wisatanya😦, yo wis makasih ya untuk infonya insyallah liburan kerja nanti ta mampir ke pantai2 itu [insyaallah]🙂

    • wahh, mbak asmie ini pasti orangnya rajin bekerja sampai ga sempat eksplore jatim. kalau sudah eksplore, jangan lupa dipromokan wisatanya ke teman2 biar banyak wisatawan ke jatim😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s