Traveling Dadakan ke Karimunjawa (Chapter II)


Jam setengah lima pagi, bus sampai di Terminal Jepara. Para tukang becak langsung menyerbu bus. Beberapa penumpang bus ada yang menyewa angkot untuk menuju pelabuhan, tapi kebanyakan sih naik becak. Alhasil jalanan penuh becak kayak konvoi. Setelah sholat shubuh, saya jalan-jalan sebentar ke Pantai Kartini. Pantainya sebenarnya biasa saja tapi fasilitasnya lengkap dan bersih. Jam tujuh bertemu dengan tour leader dan rombongan tour yang saya ikuti yang hanya berjumlah tujuh orang termasuk saya. Wkwkwk

Jepara-20131012-00614

passengers are everywhere

DSC_0475i

Peta Kepulauan Karimunjawa

Kalau saya menganggap perjalanan Merak-Bakauheni adalah perjalanan dengan transportasi laut terlama, saya harus mengoreksi hal itu.Rupanya perjalanan ke Karimunjawa naik KMP Muria ini menghabiskan 6 jam! Karena long weekend, penumpang kapalnya meluber sampe di tangga kapal. Mau gerak aja sulit apalagi untuk menuju toilet yang jaraknya sekitar 10 meter dari kursi saja butuh perjuangan ekstra. Jalan melewati beberapa manusia yang tertidur di lantai butuh waktu sekitar 5 menitan, antrinya hampir setengah jam, dan di dalam kamar mandi ga sampe 2 menit. Hiburan diatas kapal ga ada. TV mati dan iri dengan ruangan sebelah yang menonton serial FTV sedangkan penumpang di ruangan yang sama dengan saya hanya disuguhi suaranya aja.

Setelah 6 jam perjalanan, kapal bersandar di pelabuhan Karimunjawa yang membuat mata belo. Warna airnya gradasi mulai turquoise sampe biru gelap. Di gerbang dermaga, sudah ada mobil yang siap mengantar ke penginapan. Jadi kepikiran kalau ala backpacker masih harus nego harga dulu buat transportnya, belum lagi nyari penginapan yang cocok (kacang lupa kulitnya nih. haha). Acara bebas untuk sore hari ini, saya manfaatkan dengan cuci mata di pulau utama Karimunjawa ini dengan peserta tour. Tujuan utamanya adalah landmark Pulau Karimunjawa yaitu alun-alun Karimunjawa. Di sore hari, banyak anak-anak yang bermain bola di sini. Di pinggiran alun-alun banyak penjaja gorengan dan cenderamata. Gorengannya enak, terutama yang pisang goreng. Untuk bakwan, butiran jagungnya bisa dihitung pake jari. Maklum semuanya disini serba impor dari Pulau Jawa.

DSC_0473i

Alun-alun Karimunjawa

Tips: Listrik di Pulau Karimun Jawa menyala antara pukul 6 sore sampai dengan 6 pagi. Sebenarnya jam setengah enam sore listrik sudah menyala dan jam 6 pagi tepat langsung padam. Kalau gadget banyak n semuanya boros, mending bawa semua charger-nya dan bawa stop kontak multiplug sendiri.

DSC_0474i

nyam nyam nyam

Spot paling bagus dan gampang diakses untuk melihat sunset adalah di dermaga. Sebenarnya ada spot yang lebih keren lagi menurut penuturan anggota TNI yang kami temui sebelumnya di alun-alun yaitu di bukit Joko Tuo. Sayangnya untuk aksesnya jauh, jalannya masih tanah, dan katanya banyak ular berseliweran. Hiii… Pada saat kesini, dermaganya masih dalam tahap konstruksi dan penuh dengan wisatawan dengan kamera dan tripod masing-masing. Untungnya saya berhasil menembus kerumunan orang-orang untuk mendapatkan tempat yang paling ujung.

DSC_0482i

nobar sunset >,<

DSC_0487i

^_^

Malam harinya, kami habiskan dengan nongkrong di tempat paling cozy dan mungkin satu-satunya cafe di Pulau Karimunjawa yaitu Amore Cafe. Makanan yang disajikan adalah western food dan makanan tradisional Indonesia. Harganya ya lebih mahal tapi masih bisa dijangkau. Pulangnya mampir di salah satu homestay yang sedang mengadakan nobar pertandingan U-19 yang mengukir sejarah dengan menang atas Korea Selatan. Pertandingan berakhir, kami nonton dangdutan sebentar. Kalau jam 7an malam yang diatas panggung masih anak-anak kecil, sekarang berganti pedangdut yang didatangkan langsung dari salah satu kota di Jawa Tengah. Lampunya sudah berganti dengan lampu disko. Semua orang berjoget menikmati irama dangdut. Saya kira dengan letak yang terpencil, semua penduduk lokal tidak membutuhkan hiburan. Rupanya saya salah. Hahaha

DSC_0472i

ini buah apa ya? kayak durian mini

7 thoughts on “Traveling Dadakan ke Karimunjawa (Chapter II)

  1. Wah, mesti sediain charger brp bnyk ni?? Mikir” utk k’sana. :p kalo gtu bawa power bank aja gtu buat persiapan bbrp hari.

  2. Jadi inget 5 th yg lalu ke karimun jawa, karena datang kesiangan akhir nya ngak dapat tempat duduk di kapal nya dan terpaksa duduk di tangga seperti foto diatas.
    Dan akhir nya SUKSES masuk angin, mual dan muntah2 selama liburan di karimun🙂

  3. Mbak kmrn pake travel/tour apa ya? Aku lagi cari2 yg pas nih. Mohon cp atau website travelnya ya. Trima

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s