Singapore Trip I


Si Merlion

Si Merlion

Apa yang terlintas di benak Anda kalau mendengar kata Singapura? Beberapa orang akan menyebut kota modern, MRT, bersih, disiplin, dan tentu saja belanja. Negara yang luasnya hanya segede Jakarta memang sudah lama jadi jujukan wisata belanja oleh orang Indonesia. Dulu waktu masih kecil, saya selalu membayangkan kalau orang yang sudah pernah ke Singapura itu pasti SANGAT KAYA, sawahnya banyak, dan punya tambak ikan bandeng. Tiket pesawatnya aja harus ditebus dengan satu kali masa panen. Tapi itu dulu sebelum adanya Low Cost Carrier.

~~~~~

Kursi di penerbangan Surabaya-Singapura pagi ini penuh. Saya mendapatkan tiket promo yang harganya setara tiket kereta Argo Anggrek. Saya curiga jangan-jangan semua yang ada disini mendapatkan tiket promo seperti saya. Jalan-jalan kali ini saya ditemani teman kos saya, Anggi, yang sangat ngebet pengen ke Singapura untuk foto-foto dan tentunya untuk update di path. Persiapan kita yang sama-sama baru pertama kali ke Singapura ini tidak main-main. Bayangkan, kita membawa lebih dari tiga potong baju dan setrika walaupun hanya 23 jam di Singapura. Rencananya sih tiap ganti tempat, ganti kostum juga. Hahaha…

apron Changi Airport

apron Changi Airport

TIBA DI CHANGI AIRPORT,  11.15 AM GMT+8

Sepertinya hanya kita penumpang yang terburu-buru di bandara ini. Dengan waktu yang sedikit dan itinerary yang padat, kita berjalan lebih cepat untuk segera naik MRT ke tujuan pertama kita. Saya bahkan tidak sempat melakukan ritual kalau pertama kali ke suatu negara yaitu memfoto sepatu saya yang akan menginjakkan kaki di negara tersebut. Wkwkwkwk.

Setelah melewati loket imigrasi, kita segera turun ke tempat penjualan kartu ezlink. Nah, kegalauan mulai muncul. Disini ada dua loket dengan antrian yang sama-sama panjang. Yang satunya berada di depan eskalator, sedangkan yang satunya rada menjorok di belakang eskalator. Kita bertanya ke salah seorang yang berada di antrian untuk loket  di belakang eskalator yang rupanya salah satu rombongan wisatawan dari Indonesia dan jawabannya sungguh nyesek, “gak tau, kita cuman ikutan ngantri aja. Entar tanya aja waktu di depan loket.” Gdubrak!!! Kita mulai menyusun strategi. Saya antri untuk loket yang di depan eskalator, sedangkan Anggi antri loket yang berada di belakang eskalator. Antrian saya rupanya lebih cepat karena orang yang bawa ransel atau koper sedikit. Dan rupanya itu loket top up dan juga bisa melayani pembelian kartu ezlink. Hore!  Saya segera menghampiri teman saya dan memberitahu rombongan wisatawan tadi.

Singapore Expo

Singapore Expo

Di gerbong MRT, kita berkenalan dengan dua orang tante-tante dari Nganjuk yang juga baru pertama kali ke Singapura. Saat berada di Tanah Merah Station, banyak orang mulai turun. Tapi kita berempat stay cool aja duduk manis. Tiba-tiba kereta berjalan mundur.

“loh, kok mundur?”

“tenang wae, keretanya hanya satu dari airport. Jadi bolak-balik dulu”, kata salah satu tante dari Nganjuk

“lalu… bolak-baliknya berapa kali?”

“hmmmm… embuh (gak tau)….”

>.<

Krik…krik…krik…

7 thoughts on “Singapore Trip I

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s