Singapore Trip III

sin 3 6

“excuse me, Sir. Where is the nearest MRT station?” tanya saya ke kakek tua di samping saya dengan bahasa inggris yang belepotan.

Masih hening. Kita deg-degan mendengar jawabannya. Semoga ada, semoga ada, semoga ada. Batin saya.

“oh… Jurong. MRT Jurong.”

“is it near?”

“yes!”

Kemudian senyap lagi.

Waktu sudah menunjukkan pukul setengah sembilan malam waktu setempat. Beberapa menit kemudian kita sudah sampai di pemberhentian bus terakhir, plaza Jurong. Waduh, apa masih keburu nih ke Orchard? Serasa ikutan Amazing Race, kita berlari menuju MRT station. Saat di MRT aja, saya tidak tenang. Rute MRT kita adalah Jurong East-Outram Park-Dhoby Ghaut-Orchard.

Sudah hampir pukul setengah sepuluh saat tiba di Orchard Station. Oke, tujuan utama ke sini adalah Ngee Ann City. Orchard road malam ini masih ramai, seramai pasar malam. Tiap ada spot bagus foto gak lebih dari 1 menit. Beberapa tenant sudah mulai tutup. Ke Laduree bentar buat beli macaron. Karena mahal, gak jadi beli dan malah beli es krim potong yang rasanya biasa banget di depan mall. Saat mencari makan ke Lucky Plaza dan Paragon Mall beberapa tenant sudah tutup semua. Saya melirik jam tangan saya. Pukul setengah sebelas dan masih ada 2 destinasi di itinerary, Merlion dan Garden by The Bay. Karena waktu sudah mepet, kita sepakat mencoret Garden by The Bay dan segera menuju Merlion.

Tips: kalau Anda tidak terburu-buru, saat naik eskalator pilih di sisi kiri. Sisi kanan hanya untuk yang “in a hurry”

sin 3 1

Tree of Macaron

sin 3 2

Ice potong di Orchard

Dari Orchard ke Merlion kita lewat rute Orchard- City Hall. Rupanya dari City Hall Station menuju Merlion kejauhan. Sampai di Merlion sampe tidak mood foto-foto karena kecapekan. Dari Merlion balik jalan kaki lagi ke Raffless Place Station. Kita naik kereta terakhir sampai Dhoby Ghaut Station jam 1 malam. Dari Dhoby Ghaut, naik bus ke Chinatown. Kaki pengen dicopot saja. Jalan aja sampai gemetaran. What a day!

sin 3 4

Clarke Quay Nightlife

sin 3 5

mirip istana @_@

sin 3 3

Gedung Mahkamah Agungnya mirip piring terbang

Keesokan paginya, kita belanja sebentar sekalian membeli oleh-oleh di Chinatown point dengan tujuan supermarket local Fairprice. Air mineral botolan murah banget lho, hanya $0,65 sudah dapat 2 botol air 600ml. kita juga membeli kacang-kacangan (yang sebenernya mahal banget daripada beli di Indonesia). Dan yang menarik, Fairprice ini dimiliki oleh NTUC yang merupakan organisasi buruh di Singapura. Kesejahteraan buruh sepertinya terjamin karena mereka memiliki jaringan supermarket terbesar di Singapura.

TIBA DI CHANGI AIRPORT,  10.25 AM GMT+8

Dengan tergopoh-gopoh, kita menuju gate keberangkatan. bahkan kita tidak sempat menikmati fasilitas keren di bandara seperti bioskop mini dan main XBOX.

Mungkin suatu saat bisa kesini lagi. Bye bye Singapore…

 

Biaya Selama di Singapura:

Kartu Ezlink       SGD 12
Makan siang di Food Republic    SGD 7,2
Top Up Ezlink SGD 10
Hotel SGD 35
Ice cream potong   SGD 1
Mineral water dan roti SGD 2,8
Belanja di Fairprice   SGD 13,5

Total SGD 81,5

Advertisements

Singapore Trip I

Si Merlion

Si Merlion

Apa yang terlintas di benak Anda kalau mendengar kata Singapura? Beberapa orang akan menyebut kota modern, MRT, bersih, disiplin, dan tentu saja belanja. Negara yang luasnya hanya segede Jakarta memang sudah lama jadi jujukan wisata belanja oleh orang Indonesia. Dulu waktu masih kecil, saya selalu membayangkan kalau orang yang sudah pernah ke Singapura itu pasti SANGAT KAYA, sawahnya banyak, dan punya tambak ikan bandeng. Tiket pesawatnya aja harus ditebus dengan satu kali masa panen. Tapi itu dulu sebelum adanya Low Cost Carrier.

~~~~~

Kursi di penerbangan Surabaya-Singapura pagi ini penuh. Saya mendapatkan tiket promo yang harganya setara tiket kereta Argo Anggrek. Saya curiga jangan-jangan semua yang ada disini mendapatkan tiket promo seperti saya. Jalan-jalan kali ini saya ditemani teman kos saya, Anggi, yang sangat ngebet pengen ke Singapura untuk foto-foto dan tentunya untuk update di path. Persiapan kita yang sama-sama baru pertama kali ke Singapura ini tidak main-main. Bayangkan, kita membawa lebih dari tiga potong baju dan setrika walaupun hanya 23 jam di Singapura. Rencananya sih tiap ganti tempat, ganti kostum juga. Hahaha…

apron Changi Airport

apron Changi Airport

TIBA DI CHANGI AIRPORT,  11.15 AM GMT+8

Sepertinya hanya kita penumpang yang terburu-buru di bandara ini. Dengan waktu yang sedikit dan itinerary yang padat, kita berjalan lebih cepat untuk segera naik MRT ke tujuan pertama kita. Saya bahkan tidak sempat melakukan ritual kalau pertama kali ke suatu negara yaitu memfoto sepatu saya yang akan menginjakkan kaki di negara tersebut. Wkwkwkwk.

Setelah melewati loket imigrasi, kita segera turun ke tempat penjualan kartu ezlink. Nah, kegalauan mulai muncul. Disini ada dua loket dengan antrian yang sama-sama panjang. Yang satunya berada di depan eskalator, sedangkan yang satunya rada menjorok di belakang eskalator. Kita bertanya ke salah seorang yang berada di antrian untuk loket  di belakang eskalator yang rupanya salah satu rombongan wisatawan dari Indonesia dan jawabannya sungguh nyesek, “gak tau, kita cuman ikutan ngantri aja. Entar tanya aja waktu di depan loket.” Gdubrak!!! Kita mulai menyusun strategi. Saya antri untuk loket yang di depan eskalator, sedangkan Anggi antri loket yang berada di belakang eskalator. Antrian saya rupanya lebih cepat karena orang yang bawa ransel atau koper sedikit. Dan rupanya itu loket top up dan juga bisa melayani pembelian kartu ezlink. Hore!  Saya segera menghampiri teman saya dan memberitahu rombongan wisatawan tadi.

Singapore Expo

Singapore Expo

Di gerbong MRT, kita berkenalan dengan dua orang tante-tante dari Nganjuk yang juga baru pertama kali ke Singapura. Saat berada di Tanah Merah Station, banyak orang mulai turun. Tapi kita berempat stay cool aja duduk manis. Tiba-tiba kereta berjalan mundur.

“loh, kok mundur?”

“tenang wae, keretanya hanya satu dari airport. Jadi bolak-balik dulu”, kata salah satu tante dari Nganjuk

“lalu… bolak-baliknya berapa kali?”

“hmmmm… embuh (gak tau)….”

>.<

Krik…krik…krik…